Labels

Wednesday, October 2, 2013

Lurus ke depan

Tidak ada yang mengerti tentang hal ini. Sesusah apapun dijelaskan, sedetail apapun dijabarkan bahkan sampai mulut ini berbuih, tetap saja jawaban setiap mereka yang mendengar itu sama.

Cerahnya cuaca beberapa hari ini tak mampu menembus cuaca yang ada di dalam hati. Sudah lama ia menginginkan cerahnya suasana di dalamnya, tapi apa daya, awan mendung bahkan badai yang berkombinasi dengan derasnya hujan tak kunjung bosan untuk beranjak. Jika itu adalah sebuah kota, mungkin sudah tenggelam atau luluh lantak, tapi untung saja bukan. Sudah beberapa pawang mendatanginya untuk memanggil kecerahan itu, tapi selalu saja berakhir dengan hujan badai yang malah lebih deras lagi.

Hal itu selalu terjadi saat mencoba menghapus. Seakan tidak diridhoi oleh Yang Maha Kuasa, saat otak sudah mulai menghapus program itu selalu saja ada hal yang membuatnya kembali terprogram. Entah itu saat berpapasan, saat kebetulan berada pada tempat yang sama, dan yang lebih parahnya lagi saat terlelap program itu kembali terinstall dengan versi yang lebih bagus. Terlalu banyak perumpamaan yang bisa di analogikan untuk hal satu ini, padahal intinya hanya satu, yaitu "Mengapa hingga saat ini sulit bagiku untuk membuang jauh-jauh semua tentang kamu?" 

Kadang otak ini berpikir apa memang Dia Yang Maha Kuasa yang tidak meridhoi rasa ini, karena sudah dari bertahun-tahun yang selalu lampu merah saja yang menyala seakan tidak diizinkan untuk berjalan terus sehingga akhirnya memilih untuk berbelok ke kiri. Tapi yang terjadi malah sama saja, selalu saja kamu atau hal tentang kamu yang terlintas sehingga aku berpikir Dia tidak meridhoi aku untuk berbelok ke kiri, hingga pada akhirnya sampai sekarang aku tak tahu ke arah mana aku harus berjalan agar jalanku tak berbalik lagi ke kamu. Dicurahkanpun ke mereka yang paling tahu akan hal ini, jawaban yang sama selalu saja aku terima seakan mereka tidak mengerti atau bahkan memang tak mengerti tentang apa yang aku rasa. Bosan! Lebih baik tak usah berkomentar dan dengarkan saja aku. Aku memang penasaran akan hal ini, makanya sampai saat ini aku selalu bertanya-tanya. Entah kapan aku bisa menerima jawabannya. Tapi menjelang hal itu bisakah kamu tidak melintasi jalanan yang aku lewati? Karna aku sekarang sangat ingin untuk jalan terus kedepan, berlari kencang, dan berkendara sesukaku tanpa kamu mengganggu jalanku dan tanpa kamu mengganggu waktu aku saat aku sedang mengisi bahan bakar dan juga yang terpenting adalah tanpa kamu menggangguku di saat aku mengunjungi pulau kapuk... Ya, tanpa kamu, meski kadang aku agak sedikit tersandung dengan bodohnya karena sedikit mencuri-curi untuk melihat ke belakang mencarimu...

1 comment:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...