Labels

Tuesday, August 27, 2013

Time to Healing

5 tahun berlalu semenjak hati ini merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika mata kita bertemu. 5 tahun berlalu semenjak dengan bodohnya diri ini menyadari kalau ada rasa yang sangat tak biasa dan mungkin ini untuk pertama kalinya aku rasakan. Sudah 5 tahun semenjak aku merasakan darah yang ada di kepala mendadak turun seluruhnya ke kaki saat aku dan kamu berpapasan di koridor sekolah. 5 tahun berlalu semenjak daun telinga ini mendadak melebar selebar kuping gajah saat seseorang sedang membicarakanmu atau menyebutkan namamu di percakapannya. 5 tahun semenjak visus di mata ini tiba-tiba membaik saat aku melihatmu dari kejauhan dengan jelas tanpa kacamata.

Awalnya aku berpikir kalau rasa ini hanya rasa yang umumnya dirasakan oleh anak belasan tahun, rasa yang hanya sesaat, yang hanya untuk main-main dan akan hilang seiring berjalannya waktu karena kebanyakan orang merasakan hal seperti itu. Tapi belakangan aku menyadari kalau ada sesuatu yang aneh tentang rasa itu dan akupun sampai sekarang tak mengerti tentangnya, tapi mereka berkata bahwa rasa dari 5 tahun yang lalu itu terbawa utuh hingga sekarang.

Jujur, di dalam alam bawah sadarku ada kemungkinan rasa yang dulu itu masih terbawa hingga sekarang tapi aku tak tahu mengapa itu bisa terjadi. Mungkin ada sedikit alasan tentang ini yaitu karena sampai sekarang kita berada di lingkungan yang sama, ya bisa jadi tapi bisa juga tidak jadi karena jika hitunganku tidak salah, pertemuan kita itu mungkin hanya bisa dihitung dengan jumlah semua jari dari sepasang manusia dalam waktu 365 hari dikali 3 dan ditambah dengan 3 bulan. Sangat jarang bukan? Tapi mengapa tembokku jadi mudah goyah ketika sekali kita bertemu? Mengapa selalu kamu yang muncul saat aku sedang berkelana di dunia lain ketika ku terlelap? Aku muak dengan hal ini, yang membuat aku jadi malas untuk terlelap karena kemunculanmu di setiap aku berkelana ke dunia itu entah jadi pemeran utama atau hanya sekedar lewat. Selalu ada kamu tanpa aku memikirkanmu. 

Mungkin ini semua salahku. Salahku di masa lalu yang dengan enaknya membiarkan hati ini menjatuhkan pilihan pertamanya padamu. Salahku yang mungkin salah mengartikan tatapan tajam dari matamu saat kau melihatku dan salahku juga yang dengan bodohnya masih memberi tempat untukmu walau itu bukan untuk aku perjuangkan lagi, dan salahku juga yang menyalah artikan setiap kebaikan yang kamu berikan. Kini aku benar-benar tak tahu apa yang harus aku lakukan pada rasa ini.. Aku tidak mau jahitan luka lamaku terlepas. Membangkitkan rasaku padamu sama halnya dengan menyiram lukaku ini dengan alkohol dan H2O2 tanpa anestesi. Bayangkanlah betapa perihnya. Mungkin perumpamaan ini berlebihan tapi inilah yang terasa.

Entah mengapa rasanya seperti susah melepasmu. Aku sering merasa iri pada temanku yang bisa gonta-ganti menyimpan perasaan kepada seseorang, seperti aku mengganti baterai pada jam dinding kamarku. Sedangkan aku disini masih tetap memakai baterai yang sama selama 5 tahun itu meski jam dinding itu sudah sering macet-macet. Satu hal yang mungkin sampai sekarang membuatku belum bisa melepas semuanya yaitu aku belum melihat seseorang yang benar-benar tepat untukmu. Bodoh bukan? Disaat kamu sudah tidak lagi atau bahkan tidak pernah memikirkanku, aku masih tetap memikirkan hal itu untukmu. Ya mau bagaimana lagi. Aku hanya tidak mau kau kembali menjadi sesuatu yang dimanfaatkan oleh mereka dan setelah itu mereka menolakmu. Yang aku ingin hanya melihatmu benar-benar diberi perasaan yang sebenarnya oleh seseorang itu sehingga aku bisa lega dan akhirnya bisa melepasmu secara keseluruhan. Tapi sepertinya kamu belum jera hingga hampir membuatku kembali susah melepasmu. Tapi aku sekarang sudah ingin tidak peduli lagi akan hal itu. Mulai sekarang aku berhenti mengharapkan prognosis yang dubia ad malam ini menjadi sanam. Aku ingin pergi untuk menyembuhkan luka yang kamu torehkan dari bertahun-tahun yang lalu. Aku ingin berkelana mencari antidotum untuk menetralkan keracunan kronis ini. Semoga untuk sekarang dan seterusnya ucapan selamat tinggal akan selalu terucap olehku untuk kisah sedih yang tak berujung ini.. It's time for me to heal my wound and it's time for me to carry on my own life...



No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...