Labels

Thursday, July 5, 2012

DIA

Ketika pertama mengetahuinya, diri ini hanya sekedar berkata "ooh" atau "waaw".. Ketika melihatnya kata "ooh" dan "waaw" pun kembali terucapkan dan mulai timbul sebuah rasa yang saat itu bernama kagum. Hari demi hari, bulan demi bulan, ketika aku dengan tidak sengaja bisa mengetahuinya dengan lebih dalam, rasa yang bernama kagum itu mulai tidak nyaman dengan namanya sendiri, ia mulai resah dengan namanya dan tak tahu pula ingin mengganti namanya menjadi apa. Ketika ia sadar akan satu hal yang membuat ia mulai mengganti namanya dengan sebuah kata yang bernama cinta, sesuatu yang orang-orang bilang sangat indah bila kita merasakannya. Ya, aku merasakan keindahan itu tapi tiba-tiba keindahan itu terusik oleh sesuatu yang bernama galau, sesuatu yqng awalnya hanya aku anggap lalu saja tetapi malah membuat diri ini menjadi tersiksa. Sungguh aku tak mau untuk merasakan rasa itu.. Rasa yang selalu membuat setiap insan yang merasakannya terlibat konflik dengan batinnya sendiri dan lebih tepatnya konflik antara logika dengan perasaan.

Hal itu membuatku menjadi berpikir tentang dia.. Dia yang aku cinta, yang dengan melihat kedua matanya yang hitam saja bisa membuat hati ini tenang, dan yang dengan mendengar suaranya saja langsung bisa menaikkan moodku yang sering turun. Tiap hati otak ini tak bisa berhenti memikirkannya, membuat hati ini menjadi gundah dan bertanya-tanya "Apakah kelak aku bisa memilikinya? Apakah aku adalah tulang rusuknya? Atau, apa dialah seseorang yang mampu menuntunku menuju jalan ke surga?".


Dia yang di sana, yang aku cinta dan selalu aku impikan, akankah waktu mampu mempertemukan kita? Aku tak tau jawabannya.. Hanya Sang Pemilik kerajaan alam semesta lah yang tau.. Aku.. Disini hanya bisa berdoa agar suatu saat nanti aku bisa menaklukkan sang waktu untuk bertemu denganmu..

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...