Mencintai adalah sesuatu yang indah dan bisa juga pedih, dan aku mendapatkan dua hal itu ketika menyadari bahwa diri ini mencintaimu. Sebuah hal yang awalnya menurutku adalah sesuatu yang sepele, sesuatu yang konyol dan sesuatu yang hanya main-main. Bertahun-tahun ku menanti, mengharapkan sesuatu yang-entah-apa-tapi-menurutku-adalah-sesuatu-yang-tidak-mungkin, dan bodohnya dengan keyakinan yang amat konyol aku tetap menanti itu. Semakin aku menganggap hal itu konyol, semakin kuat pula rasa itu. Bodoh. Mungkin kata itu yang aku lontarkan pada diri sendiri, terperangkap di sebuah lubang yang kelam, meraba-raba mencari dinding sebagai penuntun menuju arah jalan terang tapi aku tetap tak menemukan dinding itu, sehingga aku terus berusaha mencari, dan pada akhirnya aku tidak menemukan dinding itu. Lelah, berkonflik dengan batin sendiri yang membuat diri ini menjadi tersiksa. Sejernih apapun berpikir, aku tetap tak menemukan jalan keluarnya, neuron-neuron di otak ini seakan-akan menjadi tidak bisa berespon dengan berbagai impuls-impuls yang datang. Begitulah rasanya.. Aku kehabisan akal untuk memikirkan bagaimana cara memilikimu. Melihatmu bersamanya membuat dada ini bagaikan ada sebuah gunung berapi yang siap-siap akan mengeluarkan lahar yang sangat amat panas dan bagaikan ditusuk-tusuk oleh beribu jenis jarum. Sakit, karena bukan aku yang di sana, bukan aku yang ada di sampingmu.. Aku sadar, aku tidak akan pernah bisa mengusik kehidupan kalian, sampai kapanpun aku tak akan bisa. Pada akhirnya aku hanya bisa merelakanmu untuknya, meski sebenarnya tak pernah rela tapi mau tidak mau aku harus merelakanmu.. Kamu yang membuatku merasakan perasaan ini, semoga kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang abadi bersamanya. Hanya itu yang bisa aku lakukan, merelakan dan mendoakanmu.. Aku harus rela dan harus bisa belajar untuk merasakan perasaan seperti ini lagi kepada yang lainnya.. Terimakasih untuk rasa yang harus aku relakan ini..
cinta sejati, dimulai dengan perjalanan yang menyedihkan, terkadang salah, cinta sejati sesuatu yang tumbuh di dalam hati kita, hanya kita dan tuhan yang dapat menghadirkannya. ~_~
ReplyDelete