Kini ku ingin pergi darimu.. Takkan ada yang bisa menahanku lagi.. Sudahlah sudah lepaskan diriku..
Tak ada gunanya sebuah bujukan yang berisi kenangan masa lalu itu..
Tak ada gunanya membuang-buang waktu hanya untuk bernegosiasi..
Tak ada gunanya air mata yang dibuang sia-sia ketika menceritakan sebuah kisah masa lalu..
Tak ada gunanya menyiksa diri sendiri demi menggoyahkan sebuah tembok pendirian..
Tak ada gunanya menyamakan apa yang sedang dialami..
Tak ada gunanya berjanji tapi pada akhirnya sang pembuat janji malah sering tak menepati..
Melepas sesuatu itu bukan hal yang sulit, tapi kenapa kebanyakan orang malah mempersulit.. Untuk apa mempertahankan seseorang yang sudah tidak ada hati lagi dengan kita? Malah jika mempertahankannya malah membuat diri kita semakin tersiksa dan malah itu yang membuat sulit semuanya. PERCUMA.. Ibaratkan pada sebuah hati yang memenjarakan diri dalam sebuah tembok raksasa yang terbuat dari besi, baja atau material apapun yang sangat keras.. Siapapun akan sangat susah menghancurkan tembok itu.. Meski sekuat tenaga kita menghancurkannya, meski sudah melukai diri sendiri tetapi si tembok tak akan bisa hancur, dan si hati tetap berada di dalam tembok itu, karna keinginannya sendiri.. Yang sudah tak tahan lagi menghadapi sebuah kemunafikan..
Lepaskan.. Lepaskanlah.. Hanya itu yang bisa dilakukan mereka.. Melepaskan si hati untuk menghadapi sesuatu yang baru.. Melepaskan si hati yang ingin melakukan sesuatu yang lebih berguna bagi dirinya kedepan nanti. Si hati hanya ingin menjadi sesuatu yang berguna untuk dirinya sendiri dan sekitarnya.. itu yang sekarang tidak dimengerti oleh mereka, dan apapun yang mereka lakukan sekarang, tidak akan merubah pendirian si hati...
No comments:
Post a Comment