"Entah harus apa lagi, harus gimana lagi, melarikan diri darimu.. Adakah jurus terjitu, meyakinkanmu bahwa ku tak mau lagi bersamamu..."
Berawal dari sebuah kerikil kecil yang pada akhirnya membuat orang-orang tersandung hingga fraktur total kakinya. Meski udah di operasi dan dipasang pen di tulangnya tetap aja, yang namanya kaki yang fraktur itu ga bisa kembali ke bentuk yang semula. Di saat itulah si pemilik kaki mulai patah semangat, bosan, muak, dengan keadaan yang dia alami. Si pemilik kaki tentunya merindukan keadaan yang dulu, ya! Keadaan dimana kakinya masih sehat-sehat aja tanpa ada sesuatu yang mengganjal di dalam tulangnya. Dimana ketika ia masih bisa berjalan dengan sangat nyaman dan normal. Tapi sekarang itu hanya kenangan semata, dan semua itu karena si kerikil kecil ini. Kerikil yang berada di tengah jalan dan membuat si pemilik kaki jadi tersandung. Entah siapa yang bisa disalahkan di keadaan ini, entah si pemilik kaki ataukah si kerikil. Si pemilik kaki bisa saja bersalah karena ia tidak hati-hati dalam berjalan sehingga ia tersandung. Kerikil bisa saja bersalah, tapi bukan si kerikil langsung, yang bersalah itu adalah seseorang yang sebelumnya melemparkan kerikil itu ke tengah jalan..
Yang pasti, keadaan sekarang (mungkin) tidak bisa lagi diubah. Si pemilik kaki udah keburu patah semangat dengan keadaannya yang sekarang yang lebih banyak duduk dan berdiam diri alias tidak boleh bergerak banyak karena masa pemulihan kakinya. Tapi meskipun begitu, ada sebuah kebahagiaan kecil yang didapatkan si pemilik kaki. dengan keadaannya sekarang ia jadi bisa lebih sering berkumpul dengan keluarga dan sahabat-sahabat yang disayanginya, dan iapun udah mulai menikmati keadannya itu sehingga ia mulai memikirkan "Jurus Terjitu" agar bisa terus berada pada keadaan yang sekarang dan tak (pernah) mau lagi kembali dan bahkan ingin pergi dari keadaan dimana ia masih bisa berjalan, berlari, dan meloncat bebas seperti dulu, karena keadaan yang dulu otomatis mengingatkan dirinya dengan si kerikil kecil...

No comments:
Post a Comment